11 May 2011

Bab 9 merancang organisasi yang adaptif

Posted by Pengamen Kelompok 4 kelasGhe under: Ulasan Topik .

A. PENGELOLAAN STRUKTUR VERTIKAL

Ø Pengertian Pengelolaan

Pengelolaan(organizing)adalah penyebaran berbagai sumber daya yang dimiliki sebuah organisasi untuk meraih tujuan – tujuan strategis.

Struktur organisasi(organization strukture) diartikan sebagai:

1) Seperangakat tugas- tugas formal yang diberikan pada individu dan departemen

2) Hubungan pelaporan formal , yang terdiri atas garis wewenang, tanggung jawab, dalam mengambil keputusan , banyaknya tingkatan hierarkis , dan cakupan pengendalian manajer

3) Rancangan sistem untuk menjamin terciptanya koordinasi pegawai yang efektif antar departemen.

Ø Pengertian Peta Organisasi (organization chart) adalah representasi visual dari struktur organisasi.

Ø Pengertian Spesialisasi Kerja (work specialization) adalah kadar yang digunakan untuk membagi – bagi organisasi menjadi pekerjaan – pekerjaan yang lebih spesifik.

B. RANTAI PERINTAH

v Rantai Perintah (chain of command) adalah garis wewenang yang tidak terputus dimana menghubungkan semua orang dalam sebuah organisasi dan menunjukkan posisi orang - orang tersebut.

v Wewenang ( authory) adalah hak formal dan sah yang dimiliki seorang manajer untuk mengambil keputusan, memberkan perintah , dan mengalokasikan sumber daya guna memperoleh hasil yang dikehendaki organisasi.Wewenang dibedakan menjadi 3 karakteristik:

· Wewenang diemban dalam kaitannya dengan jabatan , bukan orang

· Wewenang berlaku untuk bawahan

· Wewenang berjalan dari atas ke bawah dalam hierarki vertikal.

v Tanggung jawab(responsibility) adalah kewajiban untuk menjalankan tugas atau aktivitas yang diembankan.

v Akuntabilitas (accountability)adalah orang- orang yang berwenang dan bertanggung jawab adalah orang – orang yang memberikan pelaporan dan pembenaran akan hasil dari suatu tugas kepada pihak yang posisinya dalam rantai perintah lebih tinggi daripada mereka.

v Delegasi (delegation)adalah proses yang digunakan manajer untuk mengalihkan wewenang dan tanggung jawab pada jabatan – jabatan yang lebih rendah dalam hierarki.

v Kewenangan Lini (line authority) adalah orang- orang yang memegang jabatan dalam manajemen memiliki wewenang reami untuk mengarahkan dan mengontrol bawahan secara langsung.

v Kewenangan Staf (Staff authority) adalah sifatnya lebih sempit dan terdiri atas hak untuk memberi nasehat, rekomendasi, dan koseling dalam era kemampuan para staf ahli.

v Ruang Lingkup Manajemen (span of manajement) adalah jumlah pegawai yang memberikanlaporan pada supervisor.

Faktor – faktor yangberhubungan dengan kecilnya keterlibatan supervisor dan besarnya lingkup pengendalian:

ü Pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan adalah pekerjaan yang sifatnya stabil dan rutin

ü Pekerjaan – pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan adalah pekerjaan yang serupa antara satu dengan lainnya.

ü Bawahan , jika lebih dari satu orang ditempatkan disatu tempat yang sama.

ü Bawahan adalah orang yang sangat terlatih dan harus sedikit diarahkan dalam melaksanakan tugas.

ü Peraturan dan prosedur yang berkenaan dengan pelaksanaan tugas haruslah tersedia.

ü Sistem dan personel pendukung haruslah tersedia

ü Dll

C.SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

Ø Sentralisasi (centralization) adlah wewenang dalam mengambil keputusan dipegang oleh jabatan – jabatan tinggi dalam organisasi.

Ø Desentralisasi (decentralization) adalah wewenang dalam mengambil keputusan diturunkan pada tingkatan – tingkatan jabatan yang lebih rendah.

Faktor faktor yang mempengaruhi sentralisasi versus desentralisasi adalah sebagai berikut:

v Perubahan dan ketidakpastian lingkungan yang lebih besar biasanya dilkaitkan dengan desentralisasi.

v Jumlah sentralisasi atau desentralisasi harus sesuai dengan srategi perusahaan.

v Pada masa krisis atau saat diujung tanduk wewenang dapat dipegang dengan sentralisasi pada jabatan atas.

D.DEPARTEMENTALISASI

Ø Departementalisasi(departementalization) adalah menjadi landasan untuk mengelompokkan jabatan – jabatan tertentu kedalam departemen – departemen dan departemen- departemen kedalam organisasi secara keseluruhan.

Ø Pendekatan Fungsional Vertikal ialah pengelompoan jabatan – jabatan kedalam departemen berdasarkan keterampilan , keahlian , aktivitas kerja , penggunaan sumber daya yang sama.

Ø Pendekatan Divisional ialah departen departemen yang berbeda dikelompokkan untuk menghasilkan satu keluaran dari organisasi, berupa barang, program, atau jasa pada suatu pelanggan.

Ø Pendekatan Matrik ialah menggabungkan aspek- aspek yang ada pada struktur fungsional dan struktur divisional secara serentak dalam bagian yang sama pada organisasi.

Ø Pendekatan Tim

Ø Pendekatan Jaringan Virtual Ialah perusahaan melakukan subkontrak untuk sebagian besar fungsi – fungsi besarnya pada perusahaan yang berbeda.

E.PENGORGANISASIAN UNTUK KOORDINASI HORIZONTAL

v Pentingnya Koordinasi

Ø Koordinasi(coordination) adalah mengacu pada kualitas kolaborasi diantara departemen.

Ø Manajer proyek(project manager) adalah orang yang bertanggung jawab mengorganisasikan aktifitas – aktifitas beberapa departemen untuk menyelesaikan proyek tertentu.

Ø Gugus tugas (task force) adalah tim atau komite sementara yang dibuat untuk menyelesaikan permasalahan jangka pendek yang terdiri atas beberapa departemen.

Ø Rekayasa ulang (reengineering) adalah perancangan ulang proses bisnis yang dilakukan secara radikal untuk mendapatkan peningkatan harga, kualitas, layanan dan kecepatan

Ø Proses (prosses) adalah kumpulan tugas- tugas dan aktifitas – aktifitas yang berkaitan dan bekerja sama untuk mengubah masukan menjadi keluaran dan untuk menciptakan nilai.

Leave a Reply

Browse

Calendar

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

Links